Inilah Bulan yang Paling Tepat untuk Membeli Mobil Bekas

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas, ini adalah waktu yang paling tepat. Seperti hukum alam, harga kendaraan, terutama mobil kedua, biasa disebut, selalu turun setelah lebaran.

Namun jangan salah, penurunan harga mobil ini menjadi magnet bagi konsumen. Bahkan tren saat ini, banyak konsumen yang umumnya mulai melihat mobil bekas sebelum lebaran, menahan diri untuk membeli nanti.

Menurut presiden harian Asosiasi Dealer Otomotif Sejabodetabek (APM), Bosar Pasaribu telah dalam tiga tahun terakhir, mengubah pola perilaku pembelian mobil bekas di ibukota.

Ini terjadi, katanya karena Ramadhan sudah dekat masa liburan dan tahun ajaran baru. Belum lagi banyak konsumen yang juga lebih suka menyiapkan Idul Fitri, daripada membeli mobil. Karena itu, banyak pelanggan atau konsumen memilih untuk tidak membeli mobil sebelum Lebaran.

“Konsumen tentu akan lebih suka membayar biaya masuk ke sekolah dan persiapan sebelum lebaran,” kata mantan bankir yang berbalik untuk menjual mobil bekas ini ke Republik. Menurut pemilik Tirta Sewu Motor, kondisi di atas menyebabkan penjualan mobil melambat. Tetapi setelah Idul Fitri, ia percaya bahwa konsumen pasti akan melihat mobil bekas.

Baca juga:  Tips Memilih Program Sepulang Sekolah

Ini selain fakta bahwa pada akhir Agustus dan September tahun ajaran baru telah masuk, mental orang juga memperkirakan bahwa setelah Lebaran harga mobil bekas akan turun.

“Saat ini dia benar-benar turun, dan setelah lebaran dia harus turun,” katanya. Dia juga percaya bahwa bulan September ini adalah waktu yang tepat untuk membeli mobil.

Tren konsumen sekarang adalah banyak yang membeli mobil keluarga kecil atau city car. Dia menganggap bahwa city car sangat penting untuk membawa anak-anak sekolah. Juga, mobil kecil dicari karena ukuran yang tepat untuk memasuki tempat parkir. Sedangkan mobil satu juta orang atau Kendaraan Multiguna, penjualannya sangat tinggi sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Sementara mobil yang memiliki kapasitas besar atau cc, pada Agustus dan September sebenarnya kurang diminati. Ini terjadi menurut perkiraannya karena melemahnya produksi pertambangan. “Jadi, orang-orang pertambangan yang dulunya membeli mobil besar menjadi kurang. Akibatnya, bahkan mobil CC besar telah mengurangi penjualan,” tambahnya.

Baca juga:  Ukuran Kertas F4

Harga mobil bekas kemungkinan akan turun saat ini. Menurutnya, penurunan ini disebabkan oleh agen tunggal dari banyak pemilik merek yang mengeluarkan produk baru. Yuks beli mobil bekasnya di seva mobil bekas saja, informasi lengkapnya baca di laman https://websiteriau.co.id/seva-mobil-bekas ini ya.

Senada dengan Bosar, Manajer Pemasaran Senior untuk PT Marga Sadhya Swasti (WTC Mangga Dua), Herjanto Kosasih juga mengatakan bahwa penurunan harga mobil ini disebabkan ATPM skala besar yang mengeluarkan produk terbarunya. “Tahun ini unik untuk penjualan mobil bekas,” katanya kepada Republika.

Tentang jumlah peluncuran mobil baru, itu dilakukan oleh ATPM untuk mendorong penjualan. Mendorong penjualan ATPM dalam berbagai bentuk, termasuk bunga nol persen. “Tahun ini ATPM sangat menyukainya,” katanya.

Harga rendah ini, lanjutnya, terus berlanjut sejak awal tahun. Bahkan selama musim ramai, atau ketika harga mobil bekas sangat baik, yaitu Juni dan Juli, harga masih rendah. Sebagai contoh, harga Daihatsu Xenia pada tahun 2004 hanya mencapai IDR 80 juta dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai IDR 110 juta.

Baca juga:  Lemari Pakaian Murah vs. Lemari Pakaian Khusus - Yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Untungnya, katanya, harga bergerak kembali normal sebelum lebaran. Kalau saja tidak ada lebaran, harga mobil bisa lebih rendah.

Setelah lebaran, menurutnya, harga umumnya turun karena ini benar-benar mekanisme pasar. “Jika dua tahun lalu, ada sedikit anomali, karena harga sebenarnya naik setelah Lebaran,” katanya.

Itu berlanjut, jika sebelumnya di pusat penjualan mobil WTC Mangga Dua, terutama Ramadhan Multi-Purpose Vehicle yang dijual di pasaran, kini mobil perkotaan dan mobil berkapasitas tinggi berkelas premium.

Penjualan tinggi mobil berkapasitas besar tidak terjadi, mungkin karena masalah keterbatasan bahan bakar. “Tapi sebenarnya mobil mewah itu sedikit dimodifikasi, Anda juga bisa menggunakan premium,” katanya.

Meskipun mobil bekas sedang dicari, harga tetap rendah. ” BMW 530 pada 2005, saat ini Rp. 260 juta. Bahkan Rp 250 juta juga sudah dirilis, ” katanya.